Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Museum Bajra Sandhi - Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Jumat, 17 November 2023



Museum Bajra Sandhi terletak di Niti Mandala Denpasar, Jl. Raya Buputan, dan merupakan tempat peringatan untuk perjuangan Bali. Museum ini dibangun dengan meniru Bajra Mintok, yang biasa digunakan Saul dan Solinge. Museum ini terletak di tanah seluas 13,8 hektar, dengan luas terbangun 70 x 70 meter. Museum ini diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Sukarnaputri.


Museum ini menunjukkan penghormatan masyarakat Bali terhadap pahlawan dan semangat juang mereka untuk melestarikan budaya ini secara turun temurun dan dari generasi ke generasi. Ini juga menunjukkan semangat untuk mempertahankan keutuhan Federasi. Republik Indonesia. Itu dibuktikan dengan delapan tiang besar bangunan peringatan, tugu setinggi 45 meter, dan 17 anak tangga di dekat pintu masuk utama.

Tema museum ini berasal dari cerita Hindu tentang para dewa dan raksasa yang menjelajahi gunung Giri Mandara untuk mendapatkan air suci yang disebut Tirtha Amrit.


Museum ini dikenal sebagai Museum Pasir Bajra karena bentuknya mirip dengan Bajra, yang merupakan lonceng yang digunakan para pemuka agama Hindu untuk mengiringi lantunan mantra Japa selama upacara keagamaan Hindu. Beberapa bagian penting dari museum ini adalah: 











  • Gedung tinggi museum melambangkan gunung Jiri Mandar.
  • Guci Amrita dilambangkan sebagai Kumba (mangkuk) tepat di atas museum.
  • Layang-layang yang dililitkan di museum melambangkan layang-layang Basuki yang dijadikan tali pada karya Giri Mandari.
  • Penyu di bagian bawah museum merupakan lambang Bidwang Akoba dan berfungsi sebagai alas permainan Giri-Mandar.
  • Kolam yang mengelilingi museum melambangkan lautan susu yang mengelilingi Giri Mandari, yang berisi air suci kehidupan atau Tirtha Amrita.
Visi dan Misi Museum Pasir Bajra
Pemandangan
Melestarikan nilai-nilai kepahlawanan, kepemimpinan dan perjuangan untuk menunjang pelestarian dan pengembangan kebudayaan;
B.Tugas
  • Melestarikan warisan budaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyikapi nilai-nilai kepahlawanan, kepeloporan dan perjuangan khususnya di hati generasi muda tanah air.
  • Menyelenggarakan penelitian ilmiah terhadap monumen sejarah perjuangan Bali.



 

Secara horizontal, museum ini menggunakan konsep mandala pohon yang muncul;
1. Mandala utama khususnya merupakan bagian bangunan induk yang paling mengesankan.
2. Madhya Mandala, khususnya halaman yang mengelilingi mandala utama.
3. Nesta Mandala, khususnya pelataran luar yang mengelilingi Madhya Mandala.
Dilihat secara vertikal, museum ini mengusung konsep Tri Angga, antara lain:
  1. Utamaning Utama Mandala, lantai paling atas gedung yang berfungsi sebagai area pandang. Dari sini Anda bisa melihat dengan jelas suasana di sekitar gedung. Untuk mencapai tempat ini kita harus menaiki tangga spiral yang sangat tinggi.
  2. Mandala Madjaning Utama, khususnya gedung lantai dua, digunakan sebagai ruang teater untuk diorama. Di ruangan ini kita bisa melihat 33 diorama yang menampilkan sejarah perkembangan dan pergerakan Bali dari masa ke masa. Selain diorama, terdapat pula diorama bagian belakang
  3. Nistaning Utama Mandala terletak di lantai satu gedung ini. Memiliki berbagai fasilitas, antara lain ruang informasi, ruang administrasi, ruang pameran dengan gambar-gambar tokoh dan peristiwa Bali, ruang perpustakaan dengan buku-buku sejarah Bali, ruang pertemuan dan toilet.
Selain ruangan-ruangan tersebut, terdapat juga sebuah telaga di lantai satu di kaki tengah bangunan yang disebut Puser Tasik. Ada delapan pilar besar di danau ini. Di tengah kolam terdapat tangga yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai atas, yang disebut tangga Tabak-Dara.


Dari luar gedung ini kita bisa melihat Bill Binggong di keempat sudut museum untuk menjaga minat wisatawan. Terdapat pula kolam ikan hias di bawah tangga masuk. Di ujung lainnya terdapat lapangan yang bisa digunakan untuk lari pagi.


Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 17.00, kecuali hari besar keagamaan Bali. Untuk masuk Anda perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 2.000,00 per orang untuk dewasa dan Rp 1.000,00 per orang untuk anak-anak.











ikuti zonamerdeka.com di Google News

klik disini


close